Senin, 29 Juni 2015

Pemilihan Bibit Belut



Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan terkait bibit belut yang berkualitas.
1.  Bibit yang digunakan sehat dan tidak terdapat bekas luka
Luka pada bibit belut dapat terjadi akibat disetrum, pukulan benda keras, atau perlakuan saat pengangkutan. Umumnya, bibit yang diperoleh dengan cara disetrum cirinya tidak dapat langsung terlihat, tetapi baru diketahui 10 hari kemudian. Salah satu ciri-cirinya terdapat bintik putih seperti garis di permukaan tubuh yang lama-kelamaan akan memerah dan pada bagian dubur berwarna kemerahan. Bibit yang disetrum akan mengalami kerusakan syaraf sehingga pertumbuhannya tidak maksimal.

2. Bibit terlihat lincah dan agresif
Bibit yang yang selalu mendongakan kepalanya keatas dan tubuhnya sudah membalik sebaiknya diambil saja karena belut yang sudah seperti ini sudah tidak sehat dan lama kelamaan bisa mati. belut yang sehat mempunyai ciri-ciri: tenang tapi lincah, belut akan mengambil oksigen keatas dengan cepat kamudian kembali kebawah lagi.

3. Penampilan sehat yang dicirikan, tubuh yang keras dan tidak lemas pada waktu dipegang
pada waktu kita memegang belut tentunya kita akan bisa merasakan keadaannya, bila belut tersebut bila kita pegang tetap diam/lemas atau tidak meronta/tidak ada perlawanan ingin lepas, sebaiknya belut dipisahkan, karena belut belut yang seperti ini kurang sehat. Dan sekaliknya jika kita pegang badannya terasa keras dan selalu meronta ingin lepas dari genggaman tangan kita, belut yang mempunyai ciri seperti ini layak kita budidayakan.

4. Ukuran bibit seragam dan dikarantina terlebih dahulu
Bibit yang dimasukkan ke dalam wadah pembesaran ukurannya harus seragam. Hal ini dilakukan untuk menghindari sifat kanibalisme pada belut. Bibit yang berasal dari tangkapan alam harus disortir dan dikarantina. Tujuannya untuk menghindari serangan bibit penyakit yang mungkin terbawa dari tempat hidup atau kolam pemeliharaan belut sebelumnya dan untuk pemilihan belut yang sehat dan tidak sehat. Caranya adalah dengan memasukkan bibit belut ke dalam kolam atau bak yang diberi air bersih biarkan belut tenang dulu (kurang lebih 1 jam) kemudian berilah kocokan telur dicampur dengan madu 1 jam kemudian penggantian air dilakukan dan biarkan belut sampai bener-bener tenang diamkan kurang lebih 1 hari 1 malam kemudaian masuk bibit kekolam pembesaraan.

Sumber : http://hobbysatwa.blogspot.com

Mengenal Belut



MENGENAL BELUT
Belut sawah Monopterus albus
Klasifikasi
Kingdom/Kerajaan      : Animalia
Filum                        : Chordata (mempunyai penyokong tubuh dalam)
Kelas                        : Actinopterygii (ikan bersirip kipas)
Ordo                        : Synbranchiformes
Famili                       : Synbranchidae
Genus                       : Monopterus
Spesies                     : Monopterus albus

Belut adalah sekelompok ikan berbentuk mirip ular yang termasuk dalam suku Synbranchidae. Suku ini terdiri dari empat genera dengan total 20 jenis. Jenis-jenisnya banyak yang belum diperikan dengan lengkap sehingga angka-angka itu dapat berubah. Anggotanya bersifat pantropis (ditemukan di semua daerah tropika).

Belut berbeda dengan sidat, yang sering dipertukarkan. Ikan ini boleh dikatakan tidak memiliki sirip, kecuali sirip ekor yang juga tereduksi, sementara sidat masih memiliki sirip yang jelas. Ciri khas belut yang lain adalah tidak bersisik (atau hanya sedikit), dapat bernapas dari udara, bukaan insang sempit, tidak memiliki kantung renang dan tulang rusuk. Belut praktis merupakan hewan air darat, sementara kebanyakan sidat hidup di laut meski ada pula yang di air tawar. Mata belut kebanyakan tidak berfungsi baik; jenis-jenis yang tinggal di gua malahan buta.

Ukuran tubuh bervariasi. Monopterus indicus hanya berukuran 8,5 cm, sementara belut marmer Synbranchus marmoratus diketahui dapat mencapai 1,5m. Belut sawah sendiri, yang biasa dijumpai di sawah dan dijual untuk dimakan, dapat mencapai panjang sekitar 1m (dalam bahasa Betawi disebut moa).

Kebanyakan belut tidak suka berenang dan lebih suka bersembunyi di dalam lumpur. Semua belut adalah pemangsa. Daftar mangsanya biasanya hewan-hewan kecil di rawa atau sungai, seperti ikan, katak, serangga, serta krustasea kecil.

Hermaprodit
Belut merupakan jenis ikan yang bisa berubah kelamin (hermaprodit) yaitu dimasa usia muda berjenis kelamin betina, dimasa berikutnya yaitu jika sudah usia tua akan berubah menjadi berjenis kelamin jantan.

Anggota
  • Genus Macrotrema
    • M. caligans
  • Genus Monopterus
    • M. albus, belut sawah
    • M. boueti, belut Liberia
    • M. cuchia, belut cuchia
    • M. desilvai
    • M. digressus
    • M. eapeni
    • M. fossorius, belut Malabar (India)
    • M. hodgarti, belut India
    • M. indicus, belut Bombay
    • M. roseni
  • Genus Ophisternon
    • O. aenigmaticum
    • O. afrum, belut Guinea
    • O. bengalense, belut Benggala
    • O. candidum, belut gua
    • O. gutturale, belut Australia
    • O. infernale, belut gua (buta)
  • Genus Synbranchus
  • S. lampreia
  • S. madeirae
  • S. marmoratus, belut marmer
Sumber : http;//wikipedia.co.id

Minggu, 24 Mei 2015

Kolam Bundar



Postingan ini menjelaskan langklah-langkan membuat kolam bulat menggunakan rangka Wire-mesh.  Kenama Wire-mesh? karena pembuatan kolam bulat menggunakan Wire-mesh dapat mempercepat pengerjaan dan memangkas biaya produksi.
Dengan menggunakan Wire-mesh juga dapat memperpanjang umur kolam. Karena dengan penanganan yang baik, rangka kolam menggunakan Wire-mesh dapat bertahan lama. Sudahlah cukup basa-basinya, mari kita mulai:
Alat dan bahan yang harus disiapkan dalam pembuatan kolam Bulat/Bundar
·          Kolam Bulat (Bahan Terpal atau Terpoly)
·         Besi Wire-mesh, minimal ukuran 7 mm, untuk kolam bulat dengan diameter 3 meter kebawah, cukup 1 buah Wire-mesh dengan panjang 5,4 meter dan lebar 2,1 meter
Wire-mesh
·         Bengkokan (Knee) paralon 2 buah
·         Paralon (panjang dan besar sesuaikan)
·         Kabel Ties / Tierap / Ripet
  • Terpal Atap (Talang) (panjang dan besar sesuaikan)
  • Las Listrik (Bisa juga sewa tukang las biayanya cukup murah) 
Langkah-langkah pembuatan Rangka Kolam Bulat/Bundar dengan Wire-mesh
1.    Potong 2 bagian Wire-mesh sehingga menjadi 2 buah dengan ukuran panjang 5,4 dan lebar 1.05 meter. las Wire-mesh sehingga membentuk wiremesh sehingga menjadi satu buah Wire-mesh namun lebih panjang.
2.    Potong Wire-mesh sesuai ukuran keliling kolam bulat yang akan dibuat (hitung dengan rumus keliling lingkaran 3.14 x jari-jari x jari-jari)
3.    Las ujung-ujung  Wire-mesh. secara langsung Wire-mesh akan membentuk lingkaran. sesuaikan dan rapikan sehingga mementuk bulatan/lingkaran sempurna
 
Langkah-langkah pembuatan Kolam Bulat/Bundar dengan Wire-mesh
  1. Buat tempat meletakan rangka, kalau ada bisa menggunakan tembok agar lebih kuat
2.    Usahakan bagian bawah dibuat melengkung seperti ketel/penggorengan
3.    buat lubang pembuangan pada bagian tengah mengunakan knee, usahakan di tembok agar kokoh
4.    buat saluran pembuangan seperti gambar dibawah:

  1. tempatkan rangka yang sudah dibuat tadi.
  2. pasang terpal atap sebagai pelapis, supaya terpal tidak mudah bocor
7.    Jangan Lupa Beri bantalan pada bagian atas supaya terpal tidak bocor tergores potongan wire-mesh
8.    Pasang tepal atau terpoly pada rangka
9.    Buat saluran pembuangan pada terpal. Dijelaskan secara rinci pada postingan: Cara Membuat Saluran Pembuangan Pada Terpal atau Terpoly (Segera)
10. Selesai
Kolam bulat siap diisi dan digunakan sebagai wadah budidaya