Minggu, 08 Februari 2015

Pembuatan Kolam Terpal



Jenis Kolam Terpal
Pada prakteknya, terdapat dua jenis kolam terpal berdasarkan tempat dimana pembuatan dan penyimpanan kolam terpal dilakukan.  Kolam terpal jenis pertama adalah kolam terpal yang ditanam di dalam tanah dan jenis ke-dua kolam terpal yang dibuat di atas permukaan tanah.
1. Kolam Terpal dalam Tanah
Kolam terpal dalam tanah dibuat dengan cara menggali tanah berbentuk persegi seperti akan membuat kolam tanah dengan kedalaman biasanya 50 cm. Kemudian terpal dimasukkan mengikuti ukuran kolam yang sudah dibuat.  Tanah bekas galian dimasukkan karung untuk dijadikan tanggul di bibir kolam.
Kelebihan dari kolam terpal jenis ini adalah suhu air di dalam kolam dapat lebih stabil terhadap pengaruh suhu udara.  Kekurangannya adalah kolam ini tidak portable atau knock down serta tidak mungkin berpindah-pindah…hehe

2. Kolam Terpal di atas Permukaan
 Jenis kolam terpal ini yang paling banyak digunakan.  Selain praktis, juga sangat fleksibel.  Jenis kolam terpal ini mungkin yang paling banyak diaplikasikan.  Cara pembuatannya secara garis besar adalah sebagai berikut :
Bahan-bahan yang dibutuhkan :
a. Terpal Plastik
Banyak jenis terpal yang beredar, pada umumnya yang dipakai adalah terpal plastik yang biasa digunakan untuk atap tenda.  Pada pemilihan jenis terpal ini tidak ada syarat khusus, yang penting terpal memiliki ketebalan dan kekuatan yang memadai untuk menahan tekanan air dan tidak terlalu mudah sobek.  Pintar-pintar memilih, karena ketebalan terpal plastik cukup bervariasi pula, dan ini sangat berhubungan erat dengan kekuatan dan ketahanan terpal. 
Perhatikan dan hitung kebutuhan ukuran luas terpal yang akan digunakan. Pertimbangannya adalah ukuran terpal plastik siap pakai yang ada di pasaran terdapat beberapa ukuran, mulai dari 4 x 6 meter sampai ada yang berukuran 6 x 10 meter.  Ukuran terpal plastik di setiap daerah mungkin sedikit berbeda-beda.  Pada intinya, ukuran terpal plastik sangat berhubungan erat dengan ukuran luas dan kedalaman kolam yang akan kita buat.
b. Bambu atau Kayu untuk Kerangka Kolam
Bahan bambu atau kayu digunakan untuk kerangka kolam, bahan lain yang bisa dipakai adalah besi, namun tentunya modal yang harus disiapkan lebih tinggi.
Pilihan bahan dan ukuran bambu atau kayu tidak ada ketentuan pasti.  Tapi yang pasti, untuk setiap sudut (untuk patok atau tiang utama) diperlukan ukuran yang lebih besar agar lebih kuat.  Misalnya menggunakan bambu berdiameter minimal 7 cm atau balok kayu ukuran 6 x 8.
c. Bambu atau Papan Kayu untuk dinding dan dasar kolam penahan terpal
d. Paralon
Paralon diperlukan untuk mengatur ketinggian air (sistem overflow) dan untuk mempermudah pada saat membuang air kolam. Ukuran paralon yang dipakai biasanya diameter 2″ atau 3″, tergantung pada luas kolam anda, mungkin saja anda menggunakan diameter 4″ karena kolam cukup luas.

e. Pagar dan atap kolam
Ini diperlukan untuk melindungi kolam dari hama atau binatang.  Bahannya dapat anda pilih, memakai plastik, waring atau bahan-bahan yang tersedia disekitar anda.

Pembuatan Kolam Terpal
Tidak diperlukan keahlian secara khusus pada saat membuat kolam terpal.  Namun apabila anda kurang yakin, anda bisa melibatkan tukang kayu, terutama pada saat pembuatan kerangka kolam.  Secara garis besar ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan :
a. Persiapkan peralatan pertukangan, seperti gergaji, palu, ketam, paku dan golok.
b. Pemilihan tempat.
Pastikan lokasi mudah dijangkau atau dekat sumber air, atau setidaknya air dapat dialirkan ke kolam melalui bantuan selang air.
c. Lahan atau tempat yang akan digunakan harus bersih dari benda-benda tajam seperti batu, dan lakukan pembersihan dari rumput dan pepohonan yang terlalu rimbun yang dapat mengganggu masuknya sinar matahari.
d. Beri tanda ukuran kolam yang akan dibuat, misalnya memakai benang atau sejenisnya. Apabila akan membuat lebih dari satu kolam, perhatikan jarak antar kolam.  Jarak antar kolam ini diperlukan untuk mempermudah pada saat mulai pemeliharaan maupun panen.
e. Pasang patok atau tonggak utama dari balok kayu atau bambu di setiap sudut.  Untuk memperkuat kolam, tambahkan  beberapa patok di setiap sisi dengan jarak per 1 meter.
f. Memasang kerangka dinding dan dasar kolam. Lakukan pemotongan kayu kaso atau bambu sesuai ukuran kolam untuk membentuk rangka. 

Dasar kolam dibuat lebih tinggi agar terpal plastik tidak langsung bersentuhan dengan lantai tanah atau tembok.  Gunakan paku 5 atau 7 untuk menyambung bahan membentuk kerangka.  Posisi lantai atur miring ke salah satu sisi, tujuannya agar pada saat panen, menguras dan membersihkan air kolam lebih mudah.
g. Memasang dinding dan lantai kolam. Gunakan papan kayu atau potongan bilah bambu untuk disusun membentuk dinding dan lantai.  Usahakan papan atau bilah bambu permukaannya halus, hal ini untuk mencegah terpal rusak atau sobek karena permukaan dinding atau lantai kasar atau tajam.
h. Letakkan paralon beserta knee  secara horisontal pada sisi kolam terendah, tujuannya untuk pembuangan air.
i.  Memasang terpal.  Lakukan pemasangan terpal plastik dengan baik, hati-hati dan rapi cukup rapat ke permukaan dinding dan lantai.  Bagian sudutnya kemudian dilipat dengan rapi.  Pada bibir kolam atas, terpal bisa dijepit dengan papan atau bilah bambu agar terlihat rapi dan posisi terpal stabil.
j. Pada bagian paralon pembuangan, lubangi terpal dengan bentuk silang atau bintang agar dapat dibuat sambungan menggunakan knee atau sambungan paralon.
k. Isi kolam terpal yang sudah jadi tersebut dengan air kurang lebih 1/3-nya, periksa apakah ada yang bocor di bagian dasar  atau dinding bawah kolam.  Perbaiki dan lakukan penambalan bila terjadi kebocoran.  Lanjutkan pengisian dengan air sambil terus diperiksa dan amati, baik kebocoran maupun kekuatan kolam terhadap tekanan air.
l.  Kolam siap dipakai
Referensi :
- Khairuman, Toguan Sihombing, & Khairul A, Budidaya Lele Dumbo di Kolam Terpal, Agromedia 2009
http://organichcs.com/2014/04/25/peluang-usaha-ternak-lele-dengan-kolam-terpal-seri-ternak-lele

Cara Pembuatan/Pencampuran Larutan Bergaram



CARA PEMBUATAN LARUTAN BERGARAM

Dibawah ini terdapat dua jenis teknik perhitungan untuk menentukan salinitas/kadar garam yang diinginkan dan berapa perbandingan jumlah air yang diperlukan.

A.        Murni Air Laut
Diketahui                             :
Air laut memiliki kadar garam (salinitas) 35 ppt
Air Tawar memiliki kadar garam 0 ppt
Volume air yang diinginkan adalah 10 liter
Salinitas yang diinginkan adalah 10 ppt

Ditanya                                 :  
Berapa liter air tawar yang diperlukan untuk pencampuran
Berapa liter air laut yang diperlukan untuk pencampuran

Perhitungan       :

Air Laut
35 ppt

10
Air Laut     : 10/35 x 10 liter = 2,85 Liter


10 liter


Air Tawar
0 ppt

25
Air Tawar  : 25/35 x 10 liter = 7,14 Liter



35


Hasil
Larutan Air laut yang dibutuhkan sebanyak 2,85 liter
Larutan air tawar yang dibutuhkan sebanyak  7,14 liter

B.        Air Tawar Ditambah Garam Dapur

Kandungan NaCl dalam garam dapur 95%
Misal akan membuat media air dengan kadar garam 7 ppt pada 10 liter air tawar maka jumlah garam dapur yang diperlukan adlah sebagai berikut :








Isosceles Triangle: 70.(100/95)
7 ppt x 10 L


Isosceles Triangle: Gr
7 ppt x 10 L

Isosceles Triangle: Gr
PPT  x liter
 
Rumus  yang digunakan




Isosceles Triangle: 70.(1,052)
7 ppt x 10 L

Isosceles Triangle: 73,68 gr
7 ppt x 10 L

Hasil                    : garam yang diperlukan untuk mencapai salinitas 7 ppt pada 10 liter air adalah 73,68 gr